Daftar Isi > Al-Qamar > Al-Qamar 1

Surat Al-Qamar Ayat 1

ٱقْتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلْقَمَرُ

Arab-Latin: Iqtarabatis-sā'atu wansyaqqal-qamar

Artinya: Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.

« An-Najm 62Al-Qamar 2 »

GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Pelajaran Menarik Tentang Surat Al-Qamar Ayat 1

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Qamar Ayat 1 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai pelajaran menarik dari ayat ini. Diketemukan bermacam penjabaran dari berbagai ulama tafsir mengenai makna surat Al-Qamar ayat 1, di antaranya sebagaimana tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Hari kiamat telah dekat, dan rembulan telah terbelah dua, yaitu manakala penduduk Makkah yang kafir meminta kepada Nabi agar menunjukkan sebuah mukjizat, maka Nabi memohon kepada Allah dan Allah memperlihatkan mukjizat tersebut.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1. Waktu kedatangan hari Kiamat telah dekat dan bulan pernah terbelah pada zaman Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, dan terbelahnya bulan ini termasuk sebagian dari mukjizat indrawi Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1-3. Waktu kedatangan hari kiamat telah begitu dekat. Dan bulan telah terbelah menjadi dua sebagai mukjizat Nabi Muhammad ketika orang-orang kafir Makkah memintanya untuk menunjukkan suatu mukjizat. Namun, jika orang-orang musyrik itu menyaksikan bukti yang jelas maka mereka enggan mempercayainya dan mengatakan itu adalah sihir yang berkelanjutan. Mereka mendustakan Rasulullah, dan mengikuti kebatilan yang setan hiasi bagi mereka. Dan segala kebaikan atau keburukan akan menimpa pelakunya pada hari kiamat.

Jabir bin Abdullah mengatakan, Rasulullah pernah berkhutbah hingga kedua matanya memerah, suaranya meninggi, dan sangat marah, sampai seakan-akan beliau sedang memperingatkan pasukan, seraya berkata: “Kalian dapat diserang musuh pada pagi atau sore hari secara tiba-tiba”. Dan beliau berfirman: “Pengutusanku sebagai Rasul dengan waktu kedatangan hari kiamat seperti dua jari ini.” Seraya menyandingkan jari telujuk dan jari tengah.”

(Shahih Muslim 2/592, kitab hari jum’at, bab meringankan pelaksanaan shalat dan khutbah, no. 867).


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1. اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ (Telah dekat datangnya saat itu)
Yakni dari sisi waktu yang tersisa setelah diutusnya Nabi Muhammad dengan umur dunia yang telah berlalu maka hari kiamat sudah sangat dekat. Atau yang dimaksud adalah kejadiannya telah pasti.

وَانشَقَّ الْقَمَرُ(dan telah terbelah bulan)
Yakni dan bulan telah terbelah sebagai salah satu mukjizat Rasulullah. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: “bulan telah terbelah menjadi dua pada zaman Rasulullah, satu bagian di atas gunung dan satu bagian lain berada di bawahnya.” Rasulullah bersabda: “Hai kalian, lihatlah.”


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Keutamaan: Imam Ahmad, Imam Muslim dan Pengarang kitab Sunah yang 4 dari Abu Waqid Al- bahwa Rasulallah SAW membaca surah Qaf dan {Iqtarabatis saa’ah} di waktu shalat Idul Adha dan Idul Fitri”. Beliau mengawalinya dengan Surah {Qaf}

1. Waktu kiamat semakin mendekat. Bulan terbelah sebagai mukjizat bagi Rasulallah SAW. Imam Bukhari, Imam Muslim dan Tirmidzi dari Anas berkata: “Penduduk Mekah meminta Nabi SAW agar menunjukkan kepada mereka suatu tanda-tanda, Maka beliau memperlihatkan untuk mereka bulan terbelah, sampai mereka melihat warna merah antara keduanya, lalu turunlah ayat {Iqtarabatis saa’atu…} sampai ayat {sihrun mustamirrun}”


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Hari kiamat makin dekat dan bulan terbelah} Bulan terbelah menjadi dua bagian, sebagai mukjizat bagi nabi Muhammad SAW ketika orang-orang musyrik memintanya untuk memperlihatkan kepada mereka sebuah mukjizat


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

1. Allah mengabarkan bahwa kiamat telah dekat. Tanda-tandanya telah muncul dam waktu kedatangannya telah tiba. Meski demikian, mereka, orang-orang yang mendustakan itu, tetap saja mendustakan kiamat dan tidak mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya. Allah mengabarkan kepada mereka berbagai tanda-tanda kebesaran yang menunjukkan kiamat pasti terjadi, yang tidak dipercayai oleh manusia.
Di antara tanda-tanda kebesaran Allah yang paling besar yang menunjukkan kebenaran risalah Muhammad bin Abdullah adalah, ketika ia diminta oleh orang-orang yang mendustakannya untuk menunjukkan hal-hal luar biasa pada mereka yang menunjukkan benarnya risalah yang dibawa beliau. Rasulullah menunjuk ke arah rembulan kemudian atas izin Allah bulan itu terbelah menjadi dua bagian, satu bagian ke arah gunung abi Qois dan satu bagian lagi ke arah gunung Qoiqo’an. Orang-orang musyrik dan lainnya menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat di alam atas yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia itu.
Mereka pun menyaksikan sesuatu yang tidak ada tandingannya, lebih dari itu mereka pun tidak pernah mendengar kejadian tersebut pernah dialami oleh salah seorang rasul sebelumnya. Mereka pun terperanjat karena peristiwa itu, namun tetap saja keimanan tidak masuk ke dalam hati mereka dan Allah tidak menghendaki kebaikan pada mereka. Mereka terperanjat karena kedustaan dan perbuatan melampaui batas mereka sendiri. Mereka mengatakan bahwa Muhammad menyihir mereka. Namun kebenaran tanda-tanda dari kejadian besar itu adalah kalian menanyakan orang-orang yang datang pada kalian, tentu tidak mampu menyihir orang yang tidak menyaksikan peristiwa itu seperti halnya kalian. Mereka bertanya pada setiap kaum yang datang, mereka memberitahukan kejadian besar itu, mereka berkata, itu adalah “sihir yang terus menerus,” Muhammad telah menyihir kami dan menyihir yang lainnya. Inilah kedustaan yang tidak akan disebarkan kecuali oleh manusia paling bodoh dan paling sesat dari petunjuk dan akal.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Qamar ayat 1: Allah mengabarkan bahwa waktu yang merupakan bagian dari zaman, dan ia merupakan waktu dalam hari-hari kehidupan di dunia, dan terbitnya matahari dari barat telah dekat. Allah mengabarkan bahwa bulan telah terbelah setengahnya sebagai mukjizat dari Nabi yang membelahnya ﷺ, dan sungguh banyak manusia telah melihat terbelahnya bulan.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ma’mar dari Qatadah dari Anas ia berkata, “Penduduk Mekah pernah meminta bukti kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka bulan pun terbelah di Mekah dua kali, ketika itu turunlah ayat, “Iqtarabatis saa’atu wan syaqqal qamar.” Sampai ayat, “sihrum mustamir.”yakni sihir yang akan hilang. (Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.”)

Syaikh Muqbil berkata, “Hadits ini asalnya ada dalam dua kitab shahih; Bukhari juz 6 hal. 631 dan Muslim juz 4 hal. 2159, namun pada keduanya tidak disebutkan secara tegas turunnya ayat tersebut. Demikian pula diriwayatkan oleh Ahmad juz 3 hal. 165, Thabari juz 27 hal. 85, Hakim dalam Mustadraknya juz 2 hal. 471, ia berkata, “Sesuai syarat Bukhari-Muslim,” dan didiamkan oleh Adz Dzahabi, ia berkata, “Asalnya ada dalam dua kitab dari hadits Ibnu Mas’ud yang sama seperti itu.”

Kesimpulannya, penyebutan sebab turunnya ayat adalah syadz, berikut penjelasannya:

Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dengan disebutkan turunnya ayat, ‘Abd bin Humaid juga meriwayatkan dalam Al Muntakhab juz 3 hal. 93 dari jalan Ma’mar dari Qatadah dari Anas. Zhahir hadits ini adalah shahih, tetapi disebutkan kata “turunnya ayat” dianggap syadz, dimana Ma’mar menyendiri dalam hal ini dengan menyelisihi.

Syu’bah bin Hajjaj dalam Bukhari juz 8 hal. 617, Muslim juz 4 hal. 2159, Ahmad dalam Musnadnya juz 3 hal. 275 dan 278, Abu Dawud, Thayalisi dalam Musnadnya hal. 365, Abu Ya’la dalam Musnadnya juz 5 hal. 306-307, dan pada juz 6 hal. 22, Ibnu Jarir dalam tafsirnya juz 27 hal. 84, Thahawi dalam Musykilul Aatsar juz 2 hal. 182, Al Laalikaa’iy dalam Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah juz 4 hal. 794, dan Baihaqi dalam Dalaa’ilun Nubuwwah juz 2 hal. 42.

Sa’id bin Abi ‘Arubah dalam Bukhari juz 7 hal. 182, juz 8 hal. 617, Ahmad dalam Musnadnya juz 3 hal. 220, Ibnu Jarir dalam Jaami’ul Bayan juz 27 hal. 85, Al Laalikaa’iy dalam Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah juz 4 hal. 795, dan Baihaqi dalam Dalaa’ilun Nubuwwah juz 2 hal. 42.

Syaiban bin Abdurrahman An Nahwiy dalam Shahih Bukhari juz 8 hal. 617, Muslim juz 4 hal. 2159, Ahmad dalam Musnadnya juz 3 hal. 207, Abu Ya’la dalam Musnadnya juz 5 hal. 424, dan Baihaqi juz 2 hal. 41.

Semuanya meriwayatkan dari Qatadah dari Anas tanpa menyebutkan turunnya ayat.

Ditambah juga, bahwa Ma’mar meriwayatkan dari Qatadah tanpa menyebutkan turunnya ayat, dan hal itu terdapat dalam Muslim juz 4 hal. 2159, Ahmad dalam Musnadnya juz 3 hal. 165, Hakim dalam Mustadraknya juz 2 hal. 472, dan Baihaqi dalam Dalaa’ilun Nubuwwah juz 2 hal. 42.

Dengan demikian, disebutkan kata ‘turunnya ayat’ adalah syadz, wallahu a’lam.

Yang dijadikan pegangan tentang sebab turunnya ayat adalah hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Thabrani dalam Al Kabir juz 11 hal. 250 no. 11642 ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin ‘Amr Al Bazzar, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya Al Qath’iy, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakar, telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij dari Amr bin Dinar dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas ia berkata, “Telah terjadi gerhana bulan pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka mereka (kaum musyrikin) berkata, “Bulan telah tersihir.” Ketika itu turunlah ayat, “Iqtarabatis saa’atu wan syaqqal qamar” sampai, “Sihrum mustamir.” (Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Mardawaih sebagaimana dalam Ad Durrul Mantsur juz 6 hal. 133, Ibnu Katsir berkata, “Sanadnya jayyid,” sebagaimana dalam Al Bidayah, dan telah datang pula dari jalan ‘Araak bin Maalik dari Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Uqbah dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya juz 7 hal. 183, juz 8 hal. 617, Muslim juz 4 hal. 2159, Ibnu Jarir dalam tafsirnya juz 27 hal. 86, Al Laalikaa’iy dalam Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah juz 4 hal. 796, Hakim juz 2 hal. 472, Abu Nu’aim dalam Dalaa’ilun Nubuwwah juz 1 hal. 368 dan 369, dan Baihaqi dalam Dalaa’ilun Nubuwwah juz 2 hal. 44.)

Telah datang pula sebab turunnya ayat ini dari hadits Ibnu Mas’ud. Hakim rahimahullah berkata: Telah memberitakan kepada kami Abu Zakariya Al ‘Anbariy, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdussalam, telah menceritakan kepada kami Ishaq, telah memberitakan kepada kami ‘Abdurrazzaq bin ‘Uyaynah dan Muhammad bin Muslim dari Ibnu Abi Najih dari Mujahid dari Abu Ma’mar dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu ia berkata, “Aku melihat bulan dua kali terbelah menjadi dua bagian di Mekah sebelum Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keluar, dimana bagian yang satu berada di (gunung) Abu Qubais, sedangkan bagian yang lain di As Suwaida’, lalu mereka berkata, “Bulan telah tersihir.” Maka turunlah ayat, “Iqtarabatis saa’atu wan syaqqal qamar.” Beliau bersabda, “Sebagaimana kamu melihat bulan terbelah, maka yang aku beritahukan kepada kamu tentang dekatnya hari Kiamat adalah benar.” (Hakim berkata, “Hadits ini adalah shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim, namun keduanya tidak meriwayatkan.”) Adz Dzahabiy mendiamkannya. Syaikh Muqbil berkata, “Hadits tersebut sebagaimana yang dikatakn Al Hakim, hadits itu diriwayatkan oleh Baihaqi dalam Ad Dalaa’il dari Hakim.”

Hadits tersebut tanpa disebutkan kata ‘turunnya ayat’ diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya juz 8 hal. 617, Nasa’i dalam Al Kubra juz 6 hal. 476, Tirmidzi juz 5 hal. 398, Sufyan bin ‘Uyaynah dalam tafsirnya hal. 328, Nasa’i dalam Musnadnya 2/189, Abu Ya’la dalam Musnadnya juz 8 hal. 378, Al Laalikaa’iy dalam Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah juz 4 hal. 793, Thahaawiy dalam Musykilul Aatsaar juz 2 hal. 178, semuanya dari jalan Ibnu Abi Najih dari Mujahid dari Abu Ma’mar dari Abdullah bin Mas’ud.

Telah datang pula dari jalan Simak dari Ibrahim dari Al Aswad dari Abdullah yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya juz 1 hal. 413, Ibnu Jarir juz 25 hal. 85, dan Thayaalisi hal. 37.

Telah disebutkan secara tegas kata ‘turunnya ayat’ dalam Ath Thabari, ia rahimahullah berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Uwanah dari Mughirah dari Abudh Dhuha dari Masruq dari Abdullah ia berkata, “Telah terbelah bulan pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka orang-orang Quraisy berkata, “Ini adalah sihir Ibnu Abi Kabsyah, dia telah menyihir kamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang bersafar, lalu mereka bertanya dan mereka menjawab, “Ya, kami telah melihatnya (terbelah).” Maka Allah Tabaaraka wa Ta'aala menurunkan ayat, “Iqtarabatis saa’atu wan syaqqal qamar.” Syaikh Muqbil berkata, “Saya tidak menemukan biografi Al Hasan bin Yahya. Hadits ini dari jalan Abudh Dhuha dari Masruq dari Abdullah tanpa menyebutkan kata ‘turunnya ayat’, dan Bukhari telah meriwayatkannya secara mu’allaq juz 7 hal. 183, Thayaalisiy hal. 38, Al Laalikaa’iy juz 4 hal. 794, Thahaawiy dalam Musykilul Aatsar juz 2 hal. 177, dan Baihaqi dalam Ad Dalaa’il juz 2 hal. 43, walahu a’lam.” (Lihat Ash Shahihul Musnad Min Asbaabin Nuzuul oleh Syaikh Muqbil, hal. 229-232).

Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan bahwa Kiamat telah dekat dan hampir tiba, namun mereka yang mendustakan itu tetap saja mendustakannya tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi kedatangannya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah memperlihatkan kepada mereka ayat (mukjizat) yang biasanya diimani oleh manusia. Di antara ayat (mukjizat) yang besar yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ketika orang-orang yang mendustakan Beliau meminta diperlihatkan sesuatu yang menyelisihi kebiasaan yang menunjukkan kebenaran apa yang Beliau bawa, maka Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menunjuk ke bulan dengan izin Allah Ta’ala, maka terbelahlah bulan menjadu dua bagian; bagian yang satu berada di gunung Abu Qubais, sedangkan bagian yang satu lagi berada di gunung Qu’aiqi’aan. Orang-orang musyrik dan selain mereka ketika itu menyaksikan mukjizat yang besar ini, mereka tercengang terhadapnya, namun iman tetap tidak masuk ke dalam hati mereka, bahkan mereka malah berkata, “Muhammad telah menyihir kita. Untuk mengetahuinya adalah kamu bertanya kepada orang yang datang kepada kamu, dia (Muhammad) tidak mampu menyihir orang yang tidak menyaksikannya seperti kamu.” Maka mereka bertanya kepada setiap orang yang datang, lalu mereka memberitahukan bahwa hal itu memang terjadi, dan mereka tetap saja berkata, “ (Ini adalah) sihir yang terus menerus.”

Yang dimaksud dengan ‘saat’ di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin. Adapun "terbelahnya bulan" ialah suatu mukjizat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Qamar Ayat 1

Terdapat keterkaitan erat antara surah an-najm dengan surah al-qamar. Bila surah an-najm ditutup dengan ancaman terhadap orang kafir tentang hari kiamat yang makin dekat, surah al-qamar diawali dengan penegasan bahwa kiamat itu benar-benar telah dekat. Allah juga menunjukkan kuasa-Nya terhadap bulan. Saat kedatangan hari kiamat yang telah ditetapkan semakin dekat, bulan pun terbelah. 2. Orang musyrik selalu enggan memercayai berita yang dibawa oleh nabi Muhammad. Dan jika mereka melihat dengan mata kepala satu tanda dan mukjizat yang membuktikan kebenaran ajaran beliau, mereka tetap berpaling seraya menolak kebenaran itu dan berkata, 'semua yang terjadi ini sesungguhnya hanya sihir yang bersifat terus-menerus. '.


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Demikian beraneka penafsiran dari para ulama berkaitan kandungan dan arti surat Al-Qamar ayat 1 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat untuk ummat. Sokonglah syi'ar kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Dapatkan pahala jariyah dengan mengajak membaca al-Qur'an dan tafsirnya. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis

Rahasia Rezeki Berlimpah

Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Alhamdulillaah, kini semakin mudah membaca Al-Quran dengan tafsirnya. Tinggal klik link yang berwarna biru, pilih surat dan ayat yg mau dibaca, maka akan keluar tafsir lengkapnya.
 
*Klik » tafsirweb.com/start*
 
Dapatkan pahala jariyah dengan share info berharga ini

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah: